Perkuat Manhaj Tarjih di Era Digital, Muhammadiyah Sulsel Gelar Pelatihan Kader Tarjih di Selayar
Siarmu.id - Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pelatihan Kader Tarjih Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kepulauan Selayar dan perwakilan seluruh organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah di daerah tersebut. Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Manhaj Tarjih dan Tajdid untuk Menghadirkan Islam di Era Digital.”
Kegiatan yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Kepulauan Selayar pada Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026, tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai unsur warga dan kader Muhammadiyah di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Ketua PDM Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M.Pd., dalam sambutannya menyambut baik terselenggaranya pelatihan Kader Tarjih tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan kader sekaligus membekali mereka dengan metodologi berpikir Islam yang sesuai dengan manhaj tarjih Muhammadiyah.
“Kami menyambut baik terselenggaranya pelatihan ini. Harapannya, melalui kegiatan ini dapat terbentuk kader persyarikatan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai paham keagamaan menurut Muhammadiyah, sekaligus memiliki keterampilan dasar dalam metodologi pemikiran Islam atau manhaj tarjih,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan kader tarjih menjadi penting di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital. Kader Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu menyikapi berbagai persoalan keagamaan secara kritis, bijak, dan berdasarkan sumber serta metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diarahkan pada pembangunan fisik. Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pendalaman ilmu pengetahuan dan keagamaan.
“Selayar menginginkan kemajuan pembangunan bukan hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan pembangunan karakter dan pendalaman ilmu yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat,” ujarnya.
Menurut H. Muhtar, keberadaan kader-kader Muhammadiyah yang memiliki kapasitas keilmuan dan karakter yang kuat dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun masyarakat. Karena itu, kegiatan pengaderan dan penguatan wawasan keislaman dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya menjaga semangat dalam menjalankan aktivitas dakwah dan perjuangan persyarikatan. Ia menyampaikan terdapat empat hal yang dapat menjadi sumber kekuatan bagi kader Muhammadiyah agar tidak mudah merasa lelah dalam menjalankan pengabdian.
“Empat faktor yang membuat kader Muhammadiyah tidak merasa capek, yaitu agama yang selamat, sehat wal afiat, ilmu yang terus bertambah, serta rezeki yang selalu berkah,” tuturnya.
Keempat hal tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting bagi seorang kader dalam menjalankan amanah. Kekuatan agama memberikan arah kehidupan, kesehatan menjadi penopang aktivitas, ilmu menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan, sementara rezeki yang berkah menjadi sumber ketenangan dalam menjalankan kehidupan dan pengabdian.
Pelatihan Kader Tarjih ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan pemahaman teoritis, tetapi dapat melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang mampu menerapkan manhaj tarjih dalam menjawab persoalan keislaman kontemporer.
Terlebih di era digital, berbagai informasi dan pandangan keagamaan berkembang dengan sangat cepat. Kondisi tersebut membutuhkan kader yang memiliki kemampuan literasi keagamaan, kecakapan berpikir kritis, serta pemahaman yang kuat terhadap manhaj tarjih dan tajdid Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Sulawesi Selatan bersama PDM Kepulauan Selayar dan seluruh unsur Ortom Muhammadiyah berupaya memperkuat kaderisasi keagamaan sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, berkemajuan, dan relevan dengan tantangan zaman.
Pelatihan selama dua hari ini menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan memperkuat silaturahmi antarunsur Muhammadiyah di Kepulauan Selayar. Diharapkan para peserta dapat menjadi penggerak dakwah dan pengembangan pemikiran Islam yang berlandaskan manhaj tarjih serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan masyarakat.
