Lagi, BAZNAS Selayar Santuni Korban Selamat Tragedi Tenggelamnya KLM Nurul Salsa
Siarmu.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menyalurkan bantuan kepada korban selamat tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa. Kali ini, santunan berupa uang tunai diserahkan kepada empat penumpang yang berhasil selamat dari musibah tersebut.
Sebelumnya, BAZNAS Selayar telah menyalurkan santunan senilai Rp29 juta kepada keluarga 24 korban yang masih dinyatakan hilang dan satu korban meninggal dunia di Posko Jampea.
Penyerahan bantuan kepada korban selamat berlangsung di Kantor BAZNAS Kepulauan Selayar. Suasana haru mewarnai prosesi penyerahan santunan yang diterima Salla bersama keluarga serta rekan sesama korban.
Wakil Ketua II BAZNAS Selayar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Leonardo M. Siregar, berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban pascakejadian.
"Ini bantuan dari BAZNAS. Silakan diterima, semoga bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga setelah mengalami musibah di KLM Nurul Salsa," ujar Leonardo.
Penyerahan santunan turut disaksikan Koordinator Auditor Saiful Arif, Wakil Ketua IV Bidang Umum dan Pelaporan Abd. Karim, serta staf BAZNAS, Ayyub dan Pia.
Dalam kesempatan itu, Salla menceritakan detik-detik sebelum kapal mengalami musibah. Ia mengungkapkan kerusakan bermula dari sistem pendingin mesin kapal yang sempat diperbaiki, namun kembali mengalami kerusakan hingga mesin akhirnya mati total.
Melihat kondisi tersebut, Salla berusaha menghubungi keluarganya di Pulau Polassi untuk meminta pertolongan, namun tidak berhasil tersambung. Tak lama kemudian, istrinya, Nasmawati, kembali mencoba menghubungi keluarga hingga akhirnya sebuah kapal kayu kecil terlihat mendekati KLM Nurul Salsa.
Saat kapal penolong merapat, Nasmawati lebih dahulu menyeberangkan putra mereka, Muhammad Riswan. Setelah itu, Salla dan istrinya ikut berpindah ke kapal kecil tersebut. Mereka juga mengajak penumpang lain untuk ikut menyelamatkan diri, namun hanya sebagian yang bersedia berpindah karena masih berharap KLM Nurul Salsa dapat kembali berlayar.
"Kami meninggalkan KLM Nurul Salsa sekitar pukul 15.00 WITA, setelah hampir lima jam kapal mengalami kerusakan mesin," tutur Salla.
Perjalanan menuju Pulau Polassi berlangsung di tengah gelombang tinggi yang membuat kapal penolong beberapa kali diombang-ambing ombak. Meski demikian, seluruh penumpang yang ikut dalam kapal kecil itu akhirnya berhasil tiba dengan selamat.
"Alhamdulillah kami semua selamat sampai di Pulau Polassi," ucap Salla, sambil mengusap kepala putranya, Muhammad Riswan, didampingi sang istri, Nasmawati, dan Baedhowi Anwar yang juga menerima santunan dari BAZNAS Selayar.
