Rapat Pemantapan Syawalan, Muhammadiyah Selayar Bahas Lokasi hingga Isu Idul Fitri

Daftar Isi

Rapat pemantapan Syawalan 1447 Hijriah oleh Pengurus PD Muhammadiyah Kepulauan Selayar (Photo: Tim/Realitynews.web.id) 
Siarmu.id | SELAYAR -- Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kepulauan Selayar menggelar rapat pemantapan persiapan kegiatan Syawalan 1447 Hijriah, Jumat malam (27/3/2026) sekitar pukul 20.15 WITA.

Rapat yang dipimpin oleh Irwan Sahar selaku salah satu pimpinan daerah berlangsung di kediaman Abd. Rachman MS yang merupakan salah seorang Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benteng dan dihadiri para kader organisasi otonom (ortom), mulai dari ortom muhammadiyah mulai dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, termasuk susunan acara hingga lokasi pelaksanaan. Syawalan direncanakan digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan RA Kartini, Kota Benteng.

Irwan Sahar mengungkapkan, kegiatan Syawalan dijadwalkan berlangsung pada tanggall 2 April 2026 Masehi atau 14 Syawal 1447 Hijriah. Acara ini direncanakan akan menghadirkan seluruh Pimpinan Muhammadiyah tingkat daerah sampai tingkat ranting, termasuk seluruh Ortom dan amal usaha Muhammadiyah serta bil khusus menghadirkan Pemerintah Daerah. 

“Syawalan ini bertujuan merekatkan ukhuwah antar pengurus, kader dan simpatisan Muhammadiyah termasuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar.” ujar Irwan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh ortom Muhammadiyah dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Selain membahas teknis kegiatan, rapat juga menyinggung isu yang berkembang di masyarakat terkait perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri. Irwan menegaskan bahwa penetapan 1 Syawal oleh Muhammadiyah merupakan hasil ijtihad resmi dari Pimpinan Pusat, bukan keputusan daerah.

Menurutnya, penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H oleh Muhammadiyah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, sebagaimana tertuang dalam maklumat resmi organisasi.

“Kami harap tidak ada opini yang menggiring seolah-olah Muhammadiyah berbenturan dengan pemerintah. Semua telah melalui mekanisme dan kajian yang jelas,” tegasnya.

Syawalan sendiri menjadi agenda rutin Muhammadiyah sebagai sarana memperkuat hubungan, baik secara internal organisasi maupun eksternal dengan berbagai pihak. (AR)